Nicotine pada tembakau adalah salah satu dari senyawa-senyawa kimia yang terdapat pada tembakau atau rokok yang mencapai ± 4.000 senyawa kimia. Nicotine secara alami hanya memberikan efek ketagihan (addictive) pada penggunanya. Pada kenyataannya, nicotine juga terdapat pada makanan alami yang kebanyakan dari kita mengkonsumsinya setiap hari. Nicotine dapat ditemukan dalam sayuran yang kita makan sehari-hari dalam jumlah yang sangat kecil (trace element) antara lain: kentang, tomat, paprika, kol bunga, terong, cabe dan teh.
Secara medis telah dibuktikan bahwa nicotine mempengaruhi neuro transmitter di dalam otak dan dapat membantu untuk meningkatkan atensi atau perhatian, ingatan dan perasaan. Sebagai contoh nicotine berubah pada reseptor di beberapa sel di permukaan otak yang menyebabkan neuron melepaskan dopamine yaitu hormon yang membuat kita merasa bahagia.
Penelitian di bidang medis yang sedang berlangsung dengan menggunakan nicotine organik sebagai perlakuan untuk membantu menyembuhkan beberapa penyakit antara lain depresi, kelainan mental, Alzheimer dan Parkinson.
- Tahun 2000 sebuah studi di Stanford memberikan hasil yang mencengangkan tentang efek nicotine dalam aliran darah. Studi menunjukkan bahwa sesungguhnya nicotine membantu meningkatkan pertumbuhan dari pembuluh darah yang baru. Penemuan ini bisa berguna untuk penyembuhan pasien diabetes yang mempunyai sirkulasi darah yang lemah.
- Tahun 2002 para peneliti dari Scripps Research Institute mempublikasikan hasil percobaan mereka mengenai hubungan antara nornicotine (senyawa kimia yang ditemukan di tembakau yang juga dihasilkan saat tubuh mencerna nicotine) dengan reduksi gejala Alzheimer. Namun demikian nornicotine adalah beracun/toksik.
- Tahun 2006 ilmuwan-ilmuwan Duke menemukan bahwa orang-orang yang terkena depresi yang diberi nicotine dilaporkan dapat menurunkan perasaan depresi. Riset juga menunjukkan hubungan antara pemberian nicotine dan peningkatan dari dopamine dan serotonin (vital neurotransmitter). Kekurangan dopamine dan serotonin adalah penyebab utama dari depresi.
Senyawa yang disinyalir beracun pada tembakau/rokok adalah dari golongan nitrosamin atau yang dikenal dengan istilah Tobacco Specific N-Nitrosamines (TSNA) antara lain nitrosonornicotine (NNN), nitrosoanatabine (NAB), nitrosoanabasine (NAT) dan methylnitrosamino butanone (NNK). Senyawa-senyawa ini adalah sangat potensial untuk menimbulkan penyakit kanker (potentially carcinogenic TSNA). Nitrosamines disinyalir adalah hasil reaksi dari senyawa nicotine, nornicotine, anabasine dan anatabine dengan nitrate (NO3) dan/atau nitrit (NO2).
Nornicotine dapat terbentuk secara independen di dalam tanaman tembakau atau merupakan turunan dari nicotine. Jadi secara tidak langsung, nicotine dapat berubah menjadi berbahaya apabila mengalami perubahan bentuk menjadi nornicotine dan bereaksi dengan nitrate atau nitrite.
Beberapa penelitian dan usaha telah dilakukan untuk menurunkan kadar TSNA di dalam daun tembakau seperti screening varietas-varietas tembakau yang termasuk low TSNA converter, penelitian tentang efek dosis nitrat pada pupuk, proses penanganan pasca panen yang sesuai dengan jenis tembakau (barn retrofitting program) dan lain-lain.
Dikutip dari berbagai sumber.
No comments:
Post a Comment